Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk mendorong mahasiswa menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif dalam bentuk proposal yang akan didanai dan berpotensi dipresentasikan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Tahapan atau alur proses mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang divisualisasikan dalam bentuk tangga bertingkat. Setiap langkah menunjukkan proses yang harus dilalui mahasiswa, dimulai dari pencarian ide dan tim, pencarian dosen pendamping, hingga penyusunan proposal. Setelah itu, mahasiswa mengikuti proses seleksi internal dan eksternal, kemudian masuk ke tahap pendanaan. Bagi proposal yang lolos, kegiatan akan dilaksanakan dan berlanjut ke seleksi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Tahapan akhir menunjukkan pencapaian tertinggi berupa perolehan medali, yang melambangkan keberhasilan dalam kompetisi nasional. Visualisasi ini menekankan bahwa keberhasilan dalam PKM merupakan proses bertahap yang membutuhkan persiapan, kerja sama tim, dan konsistensi hingga mencapai prestasi.
KARAKATER UMUM
Klasifikasi jenis-jenis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terbagi ke dalam beberapa skema utama yakni skema PKM pendanaan dan skema PKM insentif. PKM skema pendanaan mencakup bidang riset seperti PKM Riset Eksakta dan PKM Riset Sosial Humaniora, serta bidang non-riset seperti PKM Pengabdian kepada Masyarakat, PKM Penerapan IPTEK, PKM Kewirausahaan, hingga PKM Karya Inovatif dan Karsa Cipta.
Selain itu, PKM skema insentif yakni PKM dengan luaran berbasis penulisan seperti PKM Artikel Ilmiah dan PKM Gagasan Futuristik Tertulis. Pembagian ini menunjukkan bahwa PKM memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk berkreasi sesuai minat, baik dalam penelitian, inovasi teknologi, kewirausahaan, maupun kontribusi sosial.